Berita tewasnya beberapa orang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang ditembak di Aceh ditanggapi Kepala Pusat Komunikasi Kementrian Pertahanan (Kemhan), Brigjen Hartind Asrin.
Menurutnya, masalah kesukuan sangatlah mudah disalahkan saat terjadi konflik. "Di mana-mana itu menjadi akar masalah. Itu sebenarnya dari Pancasila. Itu watak kita. (Pancasila) itu dinilai oleh pakar-pakar strategi itu dia puji, pancasila hebat negara heterogen," katanya usai sebuah acara di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2012).
Menurutnya, hal ini terjadi karena rasa kebhinekaan mulai luntur. "Ini bisa terjadi karena kebhinekaan itu sudah meluntur sekarang. Kita harus toleransi antar sesama," jelasnya.
Menurutnya, masalah kesukuan ini wajar terjadi di Aceh. Menurutnya Aceh yang baru berkembang menjadi demokrasi. "Wajar saja, Aceh yang baru berkembang demokrasi. Baru membentuk pemerintah sendiri, otonomi. Masyarakatnya kan masih proses. Itu harus kita lihat secara nyata. Mereka masih bawa senjata. Maka masyarakat di Aceh bertanya mana penegakan hukum," katanya.
Kemhan dalam hal ini juga masih belum dirasakan harus turun langsung dalam mengurai masalah ini. Kemhan lanjutnya, hanya mengurusi kasus yang skalanya lebih besar.
"Kalian harus tahu, kemenhan levelnya di atas. Kalau sudah mengancam keamanan negara baru kita main. Kalau sifatnya masih eskalasi tertib sipil daerah, polisi yang turun. Kemenhan tugas pokoknya menjaga integritas wilayah NKRI, kedaulatan, keselamatan, dan perdamaian dunia," terangnya.
sumber : okezone.com
up2det 07 Jan, 2012
-
Source: http://www.terselubung.up2det.com/2012/01/lunturnya-bhineka-tunggal-ika-penyebab.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar